AWAS!!!
Banyak Bagian Rumah Yang Berbahaya Bagi Kesehatan
Rumah adalah sebuah bangunan
yang mempunyai fungsi untuk tempat tinggal dan berkumpul suatu keluarga. Rumah
juga merupakan tempat seluruh anggota keluarga berdiam dan melakukan aktivitas
yang menjadi rutinitas sehari-hari sehingga kebersihan dan kenyamanan serta
kualitas udara di dalam sebuah perlu dijaga dengan baik. Apabila hal ini
diabaikan maka kesehatan keluarga menjadi resikonya. Pemilihan bahan material
dalam membangun sebuah rumah merupakan hal yang sangat berpengaruh terhadap
kesehatan keluarga dapat terjaga.
Akhir-akhir ini perkembangan
material bangunan mengalami kemajuan cukup pesat, banyak tercipta bahan
bangunan baru yang lebih efektif dan efisien. Namun dibalik perkembangan
ini, banyak bahan bangunan yang sering mengandung komponen berbahaya sehingga
dapat menimbulkan berbagai penyakit. Bahan bangunan tersebut misalnya adalah
hasil industri, seperti kayu olahan, cat tembok, pipa plastik, dan sebagainya.
Bahan bangunan ini dapat menimbulkan berbagai penyakit seperti kanker, gangguan
pernafasan, penyakit kulit dan sebagainya. Hal ini sangat mengancam kesehatan
sang penghuni rumah maupun bangunan, karena menurut riset hampir 70% waktu
manusia setiap harinya dihabiskan di dalam ruangan terlebih anak kecil.
Berikut adalah beberapa bahan
bangunan yang sering kita jumpai namun berbahaya bagi kesehatan :
1. Kayu
Beberapa penggunaan politur
dan melamin pada kayu dapat menimbulkan alergi kulit, alergi kulit dan gangguan
selaput lendir.
2. Polivinil Klorida (PVC)
Beberapa komponen bagian yang
sering menggunakan PVC adalah pipa, cat dinding, lantai vilil, karpet plastik
dan beberapa jenis lem. Penggunaan PVC ini dapat menimbulkan penyakit hati,
ginjal bahkan menyebabkan kanker.
3. Asbes
Ternyata dalam asbes
terkandung bahan-bahan Chrysotile atau hidroksida magnesium silikat dengan
komposisi Mg6(OH)6(Si4O11)H2O. Chrysotile merupakan bahan mineral yang bersifat
karsinogen dan menyerang rongga dada, paru-paru dan perut. Serat-serat asbes
yang sangat tipis di dalam asbes tidak akan dapat dikeluarkan oleh tubuh dan
secara perlahan akan memunculkan berbagai penyakit seperti penyakit Asbestosis
dan Mesothelioma.
Asbes
4. Formaldehid
Formaldehid sering digunakan
pada finishing cat, kayu olahan dan besi, serta berbagai jenis lem. Formaldehid
dapat mengiritasi mata, selaput lendir tenggorokan dan, dan menyebabkan sakit
kepala dan mual. Paparan formaldehid dalam jangka lama juga dapat meningkatkan
resiko kanker otak dan leukemia. Apabila suatu bagian rumah baru selesai dicat,
atau ada furniture yang baru difinishing (dicat/dipolitur), sebaiknya tidak
dihuni dahulu sementara waktu hingga bau menyengat dari formaldehyde tidak
tercium lagi. Normalnya, emisi gas ini tetap tinggi selama 6 – 12 bulan.
5. Logam Berat (Heavy Metal)
Beberapa logam berat yang
sering digunakan untuk bahan bangunan namun berbahaya bagi kesehatan manusia
adalah Timbal, Merkuri, Cadmium serta Kromium. Timbal (Pb) pada bahan bangunan
sering dijumpai pada berbagai bahan atap dan beberapa produk PVC. Merkuri atau
raksa (Hg) dapat ditemukan pada saklar dan lampu neon. Kromium (Cr) sering
dijumpai pada produk stainless steel yang sering terdapat pada berbagai
furnitur rumah tangga. Logam-logam berat ini berpotensi mengakibatkan kerusakan
syaraf, ginjal, reproduksi, mengganggu pertumbahan anak bahkan dapat memicu
pertumbuhan sel kanker (karsinogen).