Background

POLITEKNIK NEGERI UJUNGPANDANG 2011

                Kisah mahasiswa angkatan 11 PNUP di mulai ejak april 2011. Pendaftaran di mulai dengan pendaftaran berbagai jalur masuk yang di tawarkan seperti program Kerjasama Program Bidik Misi dan juga program lainnya.
                Mahasiswa politeknik kemudian di satukan dalam sebuah acara pertemuan untuk POPSDIK yang dilaksanakan selama 1 minggu. Seluruh ahasiswa politek berkumpul di pelataran parkir gedung AD atau yang juga di kenal dengan dengan nama gedung DIREKTORAT.
                Semua jurusan di satukan hingga akhirnya di bagi berdasarkan dengan jurusan mereka masing-masing. Teringat saat itu aku begitu asing di antara ratusan maba lainnya yang juga menanti persiapan pembagianperlengkapan POPSDIK.
                Sebuah tas hitam dengan logo POLITEKNIK di bagikan satu persatu kepada mahasiswa yang berkumpl saat itu sebagai persiapan pelaksanaan POPSDIK di hari senin yang akan datang. Setiap keperluan juga di sampaikan saat itu. Hingga akhirnya peaksanaan Popsdik di lakukan.
                Seusai pe4laksanaan Popsdik kami mendapatkanistirahat panjang selama sebulan penuh karena bulan puasa. Dan masuk setelah bebeapa hari setelah lebaran tampa ada kejelasan kelas dan juga temapt kuliah.
                Setelah kini hampir 2 tahun kulia di politeknik pastinya telah banyak yang terjadi, sussah senang sedih dan juga perjuangan yang panjang. Meski sejak hampir seta4hun sipil PNUP kutinggalkan dan berada dalam keasigan yang luar biasa di tempat baru.
                Sahabat2 dan juga orang-orang yang ku kenal sejak awal. Kini tetap seperti dulu kala. Sebagai sahabat, sebagai saudara dan sebagai kakak.


CERITA, CINTA, PERSAHABATAN, DAN SIPIL
BY. NN

Berawal dari pertemuan
Sebuah kisah tertulis
Dalam lembar baru kehidupan
Dengan naungan SIPIL tercinta
Cerita terukir indah
Dengan tinta emas persaudaraan
Terhias oleh kisah kasi percintaan
Teriring sebuah persahabatan
Dengan satu nama besar, SIPIL
Tak ada sekat bagi kami
Tak ada lagi problem perbedaan
Kami satu dalam nama besar
Kami satu dalam tujuan yang sama
Kami adalah SIPIL
DAN HANYA KAMI YANG MAMPU MENGUBAH DUNIA


MAHASISWA ANEH


                Sipil 11’ pnup memang berbeda dengan yang lainnya, kami lahir bukan hanya dari perbedaan latar belakang dan asal muasal tetepi juga dengan satu kebersamaan yang luar biasa. sipil11’ pnup adalah nama baru yang memperkenalkan kami dan menjadikan kami saudara yang takkan mungkin berakhir meski waktu telah berakhir.
                Di kampus ada satu orang yang sejak awal sampai detik ini bahkan sampai esok hari tetap sama. Sebut saja Rajul, si manusia tampa susah. Rajul di keal sebagai orang yang GERLOOT (entah apa maknanya).
Si Gerloot satu ini memang salah satu orang yang telah menghidupkan sipil dengan senyum nggak jelasny dan ekspresi nggak pentingnya. Entah terbuat dari apa manusia satu ini? Di kata dari tepung ma air nggak juga s4oalnya mukanya juga masih mirip manusia sih...
Rajul yang selama kami kenal adalah orang yng nggak pernah marah dan nggak punya rasa lelah. Mukanya yang unyuk-unyuk itu selalu membuat orang nggak bisa marah apalagi diam, seribu satu cara di lakukannya demi mengisi hari-harinya.
Rajul terkenal orang yang nggak pernah serius-serius amat, ada jutaan cara buat mengisi kekosongannya. Lelah, letih, lunglay plus keringat yang bercucurang bukan menjadi sebuah penghalang bagi seorang rajul untuk tetap semangat.
Anak satu ini emang aneh, seolah hidup dari semangatnya bahkan dari lelucon dan lucunya. Banyak makna pelajaran yangdi berikan, banyak senyum yang di tebarkan dan banyak juga cerita yang di buatnya sejak pertama kali manginjak Poltek dengan nama sipil hingga detik ini.


KISAH 2011
            Semua kisah berawal dari perbedaan yang di satukan dalam nama besar SIPIL 011’. Makassar, Bugis, Jawa, dan banyak lagi dari berbagai asal, latar belakang dan kehidupan menyatu.
            2011 menjadi kisah heroik lahirnya para penggebrak dunia yang melabeli dirinya sebagai orang-orang YANG  MAMPUMERUBAH DUNIA.
            Banyak hal baru  di temukan dalam kehidupan sebagai mahasiswa jurusan Teknik Sipil 11’ PNUP. TRIDENTE menjadi hal pertama yang terdengar di telinga kami, di tanam jauh ke dalam hati kami.
            Kesibukan, aktifitas dan juga cerita kami berbaur dengan kehidupan sipil. Senior menjadi hal yang paling kami takuti bagai seorang hantu yang sedang siap memakan kami.
            Seirng waktu berjalan seolah kami pun tak kunjung berani berhadapan dengan orang-orang yang berlabel senior. Menghindar dari melewati koridor Himpunan menjadi salah satu cara kami tidak berhadapan dengan senior.
            Setiap  kali pengumpulan set demi set harus kami dapatkan sebagai sebuah hadiah yang indah dari senior meski semua itu kami terima dan pasrah. Tak ada yag mampu berkutik dari setiap set yang kami hadapi.
            Sipil yang menjadi nama bagian dari kami, menjadi belahan jiwa kami, menjadi kawan kami, semakin hari semakin membuat kami masuk dalam dunia nyata kehidupan sipilyan super sibuk deng tugas dan juga aktifitas.
            Teringat jelas  Mars Sipil dan lagu forever in one yang menjadi kewajiban bagi kami di perdengarkan dengan sangat asing di telinga kami. Namun dengan ketakutan kami akhirnya kami mampu menghafal lagu itu dengan waktu yang singkat.
            Kini kami menjadi civiler yang semakin dewasa bersanding dengan nama sipil. Kami bangkit menjadi civiler yang kuat mesi kami bukan apa-apa.


SEPENGGAL KATA
By. Kanda Enal C97’
            Koridor adalah saksi mat, ucok dan dg. Rahman adalah saksin hidup keberadaan Himpunan. ketika kaki melangkah dan menerobos koridor sipil, seribu satu kebisuan terpampang di hadapan mata. Entah mengapa ada sesuatu yang lain yang menerobos pemikiran............ MASIH ADAKAH HIMPUNANKU???
            Sudah enam belas tahun kukenal bangunan ini, dan hingga kini masih berdiri kokoh ibarat sebuah benteng yang siap menghalau segala problematika.
            Disinilah kisah heroik ANAK SIPIL selalu bermula, susah, senang menjadi catatan tersendiri dalam memaknai sebuah kalimat MASIH BANGGAKAH KITA MENJADI BAGIAN DARI SAORAJA???
            Dimanakah HIMPUNANAN KU SEKARANG??
            Dimanakah teriakan lantang bahwa kita mampu merubah dunia??
            Di manakah kreatifitas yang mampu membuat orang cemburu dan mengatakan JAGO MENTONGI ANAK SIPIL KA TAUWA.
            Himpunanku ibarat sebuah bangunan megah yang berdiri tegak dengan segala kelebihannya, namun ia seakan bangunan antik tak berpenghuni.
            pondasi yang tertananm  kuat melebihi pondasi tiang pancang mulai mengalami konsolidasi
            lantas apakah yang harus kita lakukan?
            Apakah kita harus tertunduk lesu terdiam seribu kebisuan melihat fenomena ini?
            JANGAN BIARKAN HAL ITU TERJADI!!! Perjalanan masih panjang, ini bukan akhir segalanya.
            Karena kita ana’ sipil aadalah pendobrak zaman yang mampu merubah dunia .
            Kebesaran dan kejayaan sipil itu, akan kita rebut kembali dengan pondasi TRIDENTE.
            KEBERSAMAAN, KELOYALITASAN, dan KESENIORITASAN, harus berakhir dengan sepenggal kata CINTA...
            Ya, cintalah yag bisa menyatukan kita semua untuk meliihat kebali HIMPUNAN.
            Karena CINTA adalah sepenggal katayang maknanya sangat dalam melihat sebuah paradgma.
            Dengan CINTA semuaakan indah dan akhirnya akan memunculkan sebuah keikhlasan.
            KARENA CINTA ADALAH SESUATU YANG YANG TAK TERBANTAHKAN OLEH JARAK DAN WAKTU. IA LAHIR DARI SEBUAH KATA HATI DI IMPLEMENTASIKAN DALAM SEBUAH TINDAKAN , DIUCAP4KAN DALAM SEBUAH RETORIKA.